UPAYA MENUMBUHKAN RASA CINTA TANAH AIR PADA ANAK USIA 5–6 TAHUN
Keywords:
Tari tradisional, Cinta Tanah Air, Anak usia dini, Pendidikan seni.Abstract
Penelitian ini pentingnya pendidikan seni sebagai sarana pewarisan budaya sekaligus penanaman nilai kebangsaan sejak dini. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pengenalan tari tradisional dalam rangka menumbuhkan rasa cinta tanah air pada anak usia 5–6 tahun. Tempat penelitian di PAUD Bina Mandiri, kecamatan Cirinten Kabupaten Lebak. Waktu penelitian dilaksankan pada bulan Januari sampai dengan bulan Agustus tahun 2025, subjek dan objek penelitian adalah anak yaitu kelas A yang berjumlah 17 anak, kelas B1 berjumlah 15 anak, dan Kelas B2 berjumlah 14 anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru, orangtua, dan anak usia 5–6 tahun pada salah satu lembaga PAUD. Teknik analisis data yang digunakan analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif, yaitu dengan menguraikan data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi ke dalam bentuk narasi yang sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan tari tradisional dilaksanakan melalui berbagai metode, antara lain demonstrasi, permainan gerak, dan pemanfaatan media visual. Guru berperan aktif dalam mengenalkan gerakan tari sederhana, kostum, serta musik pengiring yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Anak-anak terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan, meskipun masih terdapat keterbatasan pada koordinasi gerak yang perlu dilatih secara konsisten. Wawancara dengan orangtua dan guru mengungkapkan bahwa kegiatan tari tradisional berdampak positif terhadap perkembangan anak, baik dalam aspek motorik, sosial-emosional, maupun nilai karakter. Anak menjadi lebih percaya diri, berani tampil di depan umum, serta menunjukkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia. Berdasarkan data tersebut dapat ditarik kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pengenalan tari tradisional merupakan strategi pembelajaran yang efektif untuk menanamkan nilai cinta tanah air pada anak usia dini. Melalui kegiatan ini, anak tidak hanya mengembangkan keterampilan motorik, tetapi juga memperoleh pengalaman budaya yang memperkuat identitas kebangsaan sejak usia dini.
References
Gardner H. (1993). Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences. New York: Basic Books.
Hidayat R. (2019). Pendidikan Seni Berbasis Budaya Lokal. Jakarta: Rajawali Pers.
Kemendikbud. (2017). Penguatan Pendidikan Karakter. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respectand Responsibility. New York: Bantam Books.
Piaget J. (1952). The Origins of Intelligence in Children. New York: International Universities Press.
Santrock JW. (2011). Child Development. New York: McGraw-Hill.
Smithrim K & Upitis R. (2005). Learning through the Arts: Lessons of Engagement.Canadian Journal of Education, 28(1-2), 109-127.
Suyanto S. (2018). Integrasi Budaya Lokal dalam Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Budaya. 7(1): 112-125.
Vygotsky LS. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge: Harvard University Press.
